" Cinta bukan bagaimana memiliki, tapi bagaimana membahagiakan". Kalau menurut saya pribadi sih gitu. Jika kita cinta dan benar-benar jatuh cinta kita akan selalu berfikir bagaimana membuatnya bahagia. Saat dia sedih kita akan berusaha menyenangkannya. Saat dia ingin sesuatu kita pasti akan memaksakan diri membuat keinginannya menjadi nyata. Semua itu untuk apa? Ya pasti untuk membuatnya bahagia. Jadi, kalau ada yang mengaku mencintai tapi sangat bernafsu untuk memilikinya bahkan dengan segala cara. Itu sih sama saja dengan memaksakan kebahagiaan kita untuk dia. Belum tentu dia akan bahagia dengan kita nantinya. Intinya cinta yang benar-benar cinta akan merelakan kebahagiaan sendiri demi kebahagiaan orang yang kita cintai. Jangan pernah memaksa memilikinya kalau memang dia tidak ingin dimiliki.
"Cinta bukan bagaimana membuatnya tetap tinggal tapi bagaimana membuatnya kembali saat dia pergi". Untuk yang satu ini menurut saya adalah tentang apa yang udah kita lakuin untuk dia. Kalau semua yang sudah kita lakuin adalah ketulusan. Maka, besar kemungkinan dia akan kembali. Walaupun tetap saja hanya dia dan tuhan yang tau. Jadi, buat apa kita memaksa dia tetap disisi kita padahal hatinya tidak pernah dekat dengan kita. Itu seperti kita memiliki burung kenari. Pasti kenari itu kita tempatkan di dalam sangkar agar tidak pergi. Lalu suatu hari kita lengah dan lupa menutup pintunya. Kenari itu pasti akan keluar dan menghilang. Jadi, lebih baik biarkan dia bebas tetapi buatlah hatinya selalu disisi kita. Dia pasti gak akan benar-benar pergi. Seperti merpati yang kita bebaskan. Merpati itu akan kembali jika kita benar-benar tulus merawatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar