Kenapa

Karena saya sudah kehilangan akses ke blog yang lama Maka saya menggantinya dengan yang ini.
Semua yang ada disana akan saya pindahkan kesini dengan sedikit pembaharuan

Sabtu, 03 November 2018

Another Dimension(unfix) sinopsis + bagian 1


Sinopsis 

Doni dan Wawan adalah kakak beradik yang terpaut jarak tiga tahun. Selalu kompak dalam melakukan hal apapun. Mereka kuliah di salah satu universitas negri di kota Medan. Pada saat mereka pulang kampung suatu kejadian aneh menimpa mereka. Dimana setelah mereka kecelakaan Doni tersadar di tengah hutan yang ternyata berada di dimensi lain. Tanpa mengetahui dimana dan bahkan tanpa kakaknya dia bertahan hidup dengan seadanya.
Saat dia berburu dengan busur yang dibuat seadanya. Dia bertemu dengan seorang gadis. Dari gadis itu dia mengetahui kalau dia terjebak di sebuah kerajaan bernama Granzam. Dengan gadis yang mirip dan bahkan namanya hampir sama dengan gebetannya di dunia yang lama. Bersama gadis itu dia memulai petualangannya di dunia ini. Dunia yang terdapat monster-monster seperti goblin, orc, ogre dan makhluk aneh lainnya. Makhluk yang selama ini hanya dia baca di dalam novel atau dia tonton di dalam TV.


Bagian 1

           Semburat cahaya matahari keluar dari balik awan-awan hujan menemani perjalanan kami. Aku seorang mahasiswa tingkat pertengahan dan kakakku pengangguran yang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kami sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman. Libur semester kali ini kami memutuskan untuk pulang kampung. Dengan kecepatan sedang hanya butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk sampai ke sana. Namun karena cuaca yang tidak mendung dan juga kami tidak mau kehujanan, motor bebek yang kami kendarai melesat dengan kecepatan lebih dari 100km/h.
Baru saja lewat tengah hari kami telah menempuh lebih dari separuh perjalanan. Cuaca makin tidak bersahabat untuk perjalanan ini. Awan-awan hitam menggumpal memenuhi setiap inci langit yang berada diatasku. Setelah melewati kota Tebing Batu kami memasuki daerah pegunungan jalanan pun berada diantara gunung dan jurang. Volume kendaraan juga makin berkurang karena kota Tebing Batu adalah kota terakhir sebelum sampai di desa kami. Motor yang dikemudikan oleh kakakku makin menambah kecepatannya.
                “kak. Apa gak terlalu cepat?” protesku ke kakak.
“tenang aja Dan. Kakak gak mau kita kehujanan di tengah hutan begini.” jawab kakaku santai.
“Mending ke huja…. AWASSS KAKK.” teriakku setelah menyadari truk di depan kami melewati batas jalan.
Kakak langsung sigap mengarahkan sepeda motor ke badan jalan menghindari truk yang nyaris menabrak kami. Namun hal itu belum cukup membuat kami aman. Kakak ku gagal menstabilkan motor setelah menghindar ke bahu jalan. Motor mulai oleng ke kiri dan meluncur bebas ke jurang. Pandanganku tiba-tiba seperti gerak lambat. Kami berdua terpental dibelakang motor. Terlihat sepintas raut penyesalan diwajah kakakku.
Seperti film yang diputar kebelakang, gambaran masa lalu hidupku diputar secara bertahap. Dimulai ketika aku ikut dengan teman-temanku karokean sehabis ujian, lalu saat aku jalan dengan Lisa. ‘sedang apa dia ya, kenapa kmarin tidak ku tembak saja ya’ dalam keadaan seperti ini sempat2nya aku berfikir begitu. Setelah perjalannaku dengan Lisa muncul gambaran tentang gimana aku dikerjai ketika orientasi pengenalan kampus. Sedetik berikutnya aku tersentak. Aku teringat buku yang pernah kubaca bahwa sebelum kematian akan diputar kembali semua tentang kehidupan kita. ’berhenti…berhenti, aku belum siap’ suaraku tak mau keluar. Aku memaksa gambaran itu berhenti dalam pikiranku. Seperti TV yang diganti chanel aku kembali ke realitas dengan kepala yang teramat sakit. Sebelum aku menyadari apa yang terjadi, kesadaranku mulai menghilang. Bahkan aku tidak tahu dimana kakakku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar