Sinopsis
Doni dan Wawan adalah kakak beradik
yang terpaut jarak tiga tahun. Selalu kompak dalam melakukan hal apapun. Mereka
kuliah di salah satu universitas negri di kota Medan. Pada saat mereka pulang
kampung suatu kejadian aneh menimpa mereka. Dimana setelah mereka kecelakaan
Doni tersadar di tengah hutan yang ternyata berada di dimensi lain. Tanpa mengetahui
dimana dan bahkan tanpa kakaknya dia bertahan hidup dengan seadanya.
Saat dia berburu dengan busur yang
dibuat seadanya. Dia bertemu dengan seorang gadis. Dari gadis itu dia
mengetahui kalau dia terjebak di sebuah kerajaan bernama Granzam. Dengan gadis
yang mirip dan bahkan namanya hampir sama dengan gebetannya di dunia yang lama.
Bersama gadis itu dia memulai petualangannya di dunia ini. Dunia yang terdapat
monster-monster seperti goblin, orc, ogre dan makhluk aneh lainnya. Makhluk
yang selama ini hanya dia baca di dalam novel atau dia tonton di dalam TV.
Bagian 1
Semburat cahaya matahari keluar dari balik awan-awan hujan menemani perjalanan kami. Aku seorang mahasiswa tingkat pertengahan dan kakakku pengangguran yang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kami sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman. Libur semester kali ini kami memutuskan untuk pulang kampung. Dengan kecepatan sedang hanya butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk sampai ke sana. Namun karena cuaca yang tidak mendung dan juga kami tidak mau kehujanan, motor bebek yang kami kendarai melesat dengan kecepatan lebih dari 100km/h.
Semburat cahaya matahari keluar dari balik awan-awan hujan menemani perjalanan kami. Aku seorang mahasiswa tingkat pertengahan dan kakakku pengangguran yang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Kami sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman. Libur semester kali ini kami memutuskan untuk pulang kampung. Dengan kecepatan sedang hanya butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk sampai ke sana. Namun karena cuaca yang tidak mendung dan juga kami tidak mau kehujanan, motor bebek yang kami kendarai melesat dengan kecepatan lebih dari 100km/h.
Baru saja lewat
tengah hari kami telah menempuh lebih dari separuh perjalanan. Cuaca makin tidak
bersahabat untuk perjalanan ini. Awan-awan hitam menggumpal memenuhi setiap
inci langit yang berada diatasku. Setelah melewati kota Tebing Batu kami
memasuki daerah pegunungan jalanan pun berada diantara gunung dan jurang. Volume
kendaraan juga makin berkurang karena kota Tebing Batu adalah kota terakhir
sebelum sampai di desa kami. Motor yang dikemudikan oleh kakakku makin menambah
kecepatannya.
“kak.
Apa gak terlalu cepat?” protesku ke kakak.
“tenang aja Dan.
Kakak gak mau kita kehujanan di tengah hutan begini.” jawab kakaku santai.
“Mending ke
huja…. AWASSS KAKK.” teriakku setelah menyadari truk di depan kami melewati
batas jalan.
Kakak langsung
sigap mengarahkan sepeda motor ke badan jalan menghindari truk yang nyaris
menabrak kami. Namun hal itu belum cukup membuat kami aman. Kakak ku gagal
menstabilkan motor setelah menghindar ke bahu jalan. Motor mulai oleng ke kiri
dan meluncur bebas ke jurang. Pandanganku tiba-tiba seperti gerak lambat. Kami
berdua terpental dibelakang motor. Terlihat sepintas raut penyesalan diwajah
kakakku.
Seperti film yang diputar kebelakang, gambaran
masa lalu hidupku diputar secara bertahap. Dimulai ketika aku ikut dengan
teman-temanku karokean sehabis ujian, lalu saat aku jalan dengan Lisa. ‘sedang
apa dia ya, kenapa kmarin tidak ku tembak saja ya’ dalam keadaan seperti ini
sempat2nya aku berfikir begitu. Setelah perjalannaku dengan Lisa muncul
gambaran tentang gimana aku dikerjai ketika orientasi pengenalan kampus. Sedetik
berikutnya aku tersentak. Aku teringat buku yang pernah kubaca bahwa sebelum
kematian akan diputar kembali semua tentang kehidupan kita. ’berhenti…berhenti,
aku belum siap’ suaraku tak mau keluar. Aku memaksa gambaran itu berhenti dalam
pikiranku. Seperti TV yang diganti chanel aku kembali ke realitas dengan kepala
yang teramat sakit. Sebelum aku menyadari apa yang terjadi, kesadaranku mulai
menghilang. Bahkan aku tidak tahu dimana kakakku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar